Selasa, 14 Juli 2015

IPA 7 SMSTR 1


BAB 1.  OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA

1.1  Penyelidikan IPA
Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses yang harus dikuasai antara lain :
a.       Pengamatan
Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi. Proses pengamatan melibatkan panca indra dan alat ukur yang sesuai.
b.      Membuat inferensi
Merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan, untuk menemukan pola-pola atau hubungan-hubungan antar aspek yang diamati untuk menarik kesimpulan.
c.       Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan hasil penyelidikan berupa kesimpulan dengan cara lisan maupun tulisan; yang dikomunikasikan termasuk data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dan gambar yang relevan berdasarkan hasil dari pengamatan.

1.2  Pengertian dan Ruang Lingkup Biologi
Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu bios artinya hidup dan logos artinya ilmu. Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup.
Objek kajian biologi sangat luas, mulai dari makhluk hidup yang kasat mata hingga yang tidak kasat mata. Kajiannya (pembahasannya) pun bukan hanya penampilan fisik makhluk hidup tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan. Mulai dari penampilan fisik, struktur tubuh, proses yang terjadi di dalam tubuh, dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya.
Biologi telah berkembang menjadi berbagai cabang sebagai berikut
No.
Cabang Biologi
Bidang yang dipelajari
1
Morfologi
Ilmu yang mempelajari penampilan fisik makhluk hidup
2
Anatomi
Ilmu yang mempelajari struktur tubuh makhluk hidup
3
Zoology
Ilmu yang mempelajari hewan
4
Mikrobiologi
Ilmu yang mempelajari mikroorganisme
5
Mikologi
Ilmu yang mempelajari jamur
6
Ekologi
Ilmu yang mempelajari hubungan makhluk hidup dengan lingkungan
7
Genetika
Ilmu yang mempelajari pewarisan makhluk hidup
8
Taksonomi
Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup
9
Evolusi
Ilmu yang mempelajari perkembangan dan kekerabatan makhluk hidup
10
Botani
Ilmu yang mempelajari tumbuhan

1.3  Mikroskop
Mikroskop adalah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata secara langsung.
1.3.1   Macam-macam mikroskop
a.       Mikroskop cahaya
Mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mempunyai tiga lensa yaitu : lensa okuler, lensa objektif, dan kondensor. Lensa okuler dapat berbentuk lensa tunggal (monokuler) dan lensa ganda (binokuler).  
b.      Mikroskop stereo
Hanya digunakan untuk objek benda yang berukuran relative besar. Mempunyai perbesaran 7-30 kali. Objek yang diamati dapat terlihat dalam bentuk tiga dimensi. Komponen utama mikroskop hamper sama dengan mikroskop cahaya.  
c.       Mikroskop elektron
Mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali. Elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Terdapat dua tipe mikroskop elektron, yaitu ;
1)      Scanning Electron Microscope (SEM), berfungsi dalam studi permukaan sel.
2)      Transmission Electron Microscope (TRM), berfungsi untuk mengamati struktur dalam (internal) sel.








1.3.2   Bagian-bagian mikroskop
Mikroskop terdiri dari bagian-bagian berikut ini :
a.       Bagian optik
1)      Lensa okuler, terdapat di ujung atas tabung dan berdekatan dengan mata pengamat.  Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berksiar 5-25 kali.
2)      Lensa objektif, terletak diatas meja preparat. Lensa yang berfungsi dalam pembentukan bayangan pertama dari objek. Lensa ini terdiri dari beberapa lensa dengan perbesaran 4x, 10x, 40x, dan 100x
3)      Reflector, berfungsi untuk memantulkan cahaya ke dalam lubang diafragma dan lubang yang terdapat pada meja objek. Terdiri dari 2 sisi yaitu, cermin cekung dan datar.
4)      Kondensor, berfungsi mengumpulkan cahaya atau menerangi objek yang diamati.
5)      Diafragma, berfungsi mengatur banyak sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin ke mata pengamat.
b.      Bagian mekanik
1)      Tabung mikroskop, terletak antara lensa okuler dengan lensa objektif.
2)      Pemutar kasar (makrometer), berfungsi untuk memfokuskan preparat secara cepat.
3)      Pemutar halus (mikrometer), berfungsi untuk memfokuskan preparat secra lambat.
4)      Meja preparat, sebagai tempat meletakkan objek yang akan diamati (preparat).
5)      Penjepit preparat, berfungsi untuk menjepit kaca benda.
6)      Kondensor, berfungsi mengumpulkan cahaya atau menerangi objek yang diamati.
7)      Revolver, terletak dibawah tabung mikroskop. Revolver berfungsi untuk memasang/menempatkan lensa objektif yang dapat diputar untuk memilih perbesaran lensa objektif yang akan digunakan.
8)      Lengan mikroskop, berfungsi untuk pegangan saat membawa mikroskop.
9)      Kaki mikroskop, berfungsi menyangga mikroskop.
1.3.3   Cara mengamati preparat dengan mikroskop
a.       Mengatur  cahaya.
-     Mikroskop konvensional (mikroskop cahaya) : cari cahaya dengan menggerakkan cermin ke arah datangnya sinar.
-     Mikroskop modern : nyalakan lampu yang terdapat di dasar mikroskop.
Gunakan diafragma untuk mengatur besar kecilnya cahaya sehingga terbentuk lingkaran terang yang disebut lingkaran pandang.
b.      Letakkan kaca benda beserta objek yang akan diamati (preparat) pada meja preparat dan jepit dengan preparat. Aturlah letak kaca objek, sehingga objek tepat di atas lubang meja preparat.
c.       Putarlah revolver agar kalian dapat menggunakan lensa objektif dengan perbesaran lemah.
d.      Putarlah pemutar kasar (makrometer) sampai terlihat bayangan kasar preparat (hati-hati jangan sampai lensa objektif menyentuh kaca objek).
e.       Putarlah pemutar halus (mikrometer) sampai bayangan preparat terlihat jelas.
f.       Setelah preparat terlihat jelas dengan perbesaran lemah, maka amatilah bayangan preparat dengan perbesaran kuat.


1.3.4   Membuat objek pengamatan
Membuat irisan melintang dan membujur.
1)      Bagian tumbuhan (daun, batang, atau akar) yang akan diamati harus dibuat sayatan tipis atau transparan.
2)      Sediakan silet yang tajam.
3)      Sediakan gabus atau batang umbi kayu untuk mempermudah penyayatan
4)      Selipkan daun atau akar yang berukuran tipis dan kecil yang akan diiris ke dalam gabus  atau umbi batang kayu yang telah disayat membelah. Untuk batang kayu yang berukuran sedang cukup langsung diiris secara melintang atau membujur.
5)      Tetesi kaca benda dan letakkan jaringan tumbuhan hasil pengirisan ke atas kaca benda lalu tutup dengan kaca penutup. Preparat basah siap untuk diamati.

1.3.5   Perawatan mikroskop
Mikroskop harus dirawat dan disimpan dengan baik dengan cara :
a.       Bersihkan kotoran yang ada pada mikroskop dengan menggunakan tisu sebelum dan sesudah menggunakan mikroskop.
b.      Putar revolver, pilih lensa objektif dengan perbesaran lemah.
c.       Tutupilah mikroskop dengan plastik agar tidak terkena debu bila sedang tidak digunakan.
d.      Bawa mikroskop dengan cara pegang lengan mikroskop dengan tangan kanan dan letakkan diatas tangan kiri untuk menopangnya. Hindarkan mikroskop dari benturan.
e.       Simpan dalam lemari yang kering dan usahakan diberi cahaya.




BAB 2. CIRI DAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

2.1  Ciri-ciri Makhluk Hidup
1)      Bergerak
Adalah perpindahan posisi seluruh atau sebagian tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan. Manusia dan hewan dapat bergerak bebas atau pindah tempat dengan bantuan alat gerak.
Pada tumbuhan pergerakannya dilakukan oleh sebagian tubuh sehingga tidak terlihat jelas.
2)      Memerlukan makanan atau nutrisi  dan air
Makanan atau nutrisi diperlukan untuk menghasilkan energi, pertumbuhan dan menggantikan sel yang rusak. Air berfungsi sebagai zat pelarut dalam tubuh. Berdasarkan cara mendapatkan makanan Makhluk hidup dibedakan menjadi dua :1). autotrof, adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis, contohnya tumbuhan hijau; 2). Heterotrof adalah makhluk hidup yang menggunakan bahan organik sebagai sumber  makanannya, contohnya manusia dan hewan.
3)      Peka terhadap rangsang
Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan menanggapi rangsang dengan cara yang berbeda-beda. Sifat mampu menanggapi rangsangan yang datang dari lingkungan disebut iritabilita. Rangsangan dapat berupa panas, cahaya, dingin, sentuhan, gravitasi dll.
4)      Bernapas
Merupakan proses mengambil oksigen dari lingkungan dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Oksigen digunakan untuk mengubah zat makanan menjadi energi secara kimiawi.
5)      Tumbuh dan berkembang
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah besarnya makhluk hidup yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke keadaan semula). Berkembang adalah proses menuju ke kedewasaan yang ditandai dengan terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.
6)      Mengeluarkan zat sisa (Ekskresi)
Zat sisa bersifat racun sehingga bila tidak dikeluarkan akan mengganggu kinerja tubuh. Contoh zat sisa yaitu urine, uap air, karbondioksida (CO2) dll. Tumbuhan mengeluarkan CO2 dan uap air melalui lentisel dan stomata. Manusia mengeluarkan urine melalui ginjal, karbondioksida dan air melalui paru-paru, dll.
7)      Berkembang biak
Merupakan kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan. Tujuan makhluk hidup berkembang biak adalah untuk melestarikan jenisnya. Perkembangbiakan dapat terjadi secara kawin (generatif) dan tak kawin (vegetatif).
8)      Beradaptasi
adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Contoh : Punuk unta untuk menyimpan air, kaktus mempunyai daun berupa duri dll.
2.2  Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan dan pemberian nama ilmiah makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri makhluk hidup. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi. Pelopor taksonomi adalah Corolus Linnaeus. Berkat jasanya, beliau dijuluki sebagai bapak taksonomi dan cara pengklasifikasian yang dibuatnya tetap dipakai sampai sekarang.
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah :
1)      Memudahkan untuk mengenal makhluk hidup.
2)      Mempermudah untuk mempelajari makhluk hidup.
3)      Mengetahui adanya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
2.2.1   Tahapan klasifikasi
Langkah-langkah pengklasifikasian yang dilakukan Linnaeus :
a.       Melakukan identifikasi ciri-ciri makhluk hidup.
Semua ciri-ciri yang ada pada makhluk hidup yang ada, baik berupa anatomi, fisiologi, morfologi, dan tingkah laku yang dicatat dan dipelajari.
b.      Mengelompokkan  makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu kelompok.
Misalnya, ayam dikelompokkan dalam satu kelompok dengan burung karena memiliki persamaan : tubuh ditutupi bulu, bernapas dengan paru-paru, berparuh dan membpunyai 4 ruang jantung.
c.       Apabila dalam satu kelompok ditemukan ada perbedaan ciri-ciri, makhluk hidup dipisahkan lagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
Kriteria Klasifikasi Tumbuhan
Para ahli melakukan pengklasifikasian tumbuhan dengan memperhatikan beberapa kriteria yang menjadi penentu dan selalu diperhatikan, misalnya:
a.       Organ perkembangbiakannya, apakah dengan spora atau dengan bunga.
b.      Habitus/perawakan tumbuhan waktu hidup, apakah tegak, menjalar atau merambat.
c.       Bentuk dan ukuran daun,
d.      Cara berkembangbiak: seksual (generatif) atau aseksual (vegetatif)
Kriteria Klasifikasi Hewan
Sama halnya dengan pengklasifikasian tumbuhan, dalam mengklasifikasikan hewan para ahli juga mengklasifikasikan dengan melihat kriteria berikut ini.
a.       Saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat rendah belum punya saluran pencernaan makanan. Sedang hewan tingkat tinggi mempunyai lubang mulut, saluran pencernaan, dan anus.
b.      Kerangka (skeleton), apakah kerangka di luar tubuh (eksoskleton) atau di dalam tubuh (endoskeleton).
c.       Anggota gerak, apakah berkaki dua, empat, atau tidak berkaki.
2.2.2   Urutan takson dalam klasifikasi
Makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang paling umum sampai yang paling khusus. Semakin banyak persamaan cirri yang dimiliki, semakin dekat kekerabatannya.
Susunan takson dalam klasifikasi : dunia (kingdom) à divisi (tumbuhan) atau filum (hewan) à kelas à bangsa (ordo) à suku (famili) à marga (genus) à jenis (species). Contoh susunan takson dalam klasifikasi adalah :
Susunan takson
Hewan (Harimau)
Tumbuhan (Bunga cempaka)
Kingdom
Kingdom  : Animalia
Kingdom  : Plantae
Filum (hewan) atau Divisi (tumbuhan)
Filum        : Chordata
Divisi        : Spermatophyta
Kelas
Kelas        : Mammalia
Kelas        : Magnoliophyta
Ordo
Ordo         : Carnivora
Ordo         : Magnoliales
Famili
Famili       : Felidae
Famili       : Magnoliaceae
Genus
Genus       : Felis
Genus       : Michelia
Species
Species      : Felis tigris
Species      : Michelia champaca

2.2.3   Kunci determinasi
Kunci determinasi (kunci dikotom) adalah uraian keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup yang disusun berurutan  mulai dari ciri umum hingga ke ciri khusus untuk menemukan kelompok/spesies makhluk hidup. Contoh kunci determinasi :
Hewan
1)      a. bertulang belakang ........................................................................................ 2
b. tidak bertulang belakang................................................................................ avertebrata
2)      a. tubuh selalu basah ........................................................................................ 3
b. tubuh tidak selalu basah ............................................................................... 4
3)      a. kulit bersisik ................................................................................................. pisces
b. kulit tidak bersisik ........................................................................................ amphibian
4)      a. menyusui anak ............................................................................................. mammalia
b. tidak menyusui anak .................................................................................... 5
5)      a. bertelur.......................................................................................................... aves
b. bertelur dan beranak ..................................................................................... reptilian
Tumbuhan
1)       a. tidak mempunyai batang .............................................................................. 2
 b. mempunyai batang ...................................................................................... 3
2)       a. tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun)  .................................................. Jamur
 b. mempunyaig klorofil ................................................................................... Ganggang
3)       a. tidak mempunyai bunga .............................................................................. Lumut dan Paku
 b. Mempunyai bunga ....................................................................................... 4
4)       a. tumbuhan berbiji terbuka ............................................................................. Gymnospermae
 b. tumbuhan berbiji tertutup ............................................................................ Angiospermae ……5
5)       a. keeping biji satu/akar serabut ....................................................................... Monokotil
 b. berkeping biji dua/akar tunggang ................................................................. Dikotil


2.2.4   Metode penamaan ilmiah
Menurut para sainstis khususnya biologi, nama memiliki arti yang penting. Nama sangat berfungsi dalam hal penyampaian informasi, selain itu juga untuk memudahkan penelusuran dalam hal lokasi ditemukannya makhluk hidup itu. Contoh: Bos javanicus menunjukkan lokasi ditemukannya spesies tersebut. Nama (nama ilmiah) juga dapat menunjukkan siapa penemu spesies tersebut, dan juga karakteristik dari spesies yang ditemukan. Contoh Solanum nigrum menunjukkan karakteristik dari spesies tumbuhan tersebut yang memiliki buah berwarna hitam.
Linnaeus memberikan nama ilmiah untuk suatu makhluk hidup menggunakan sistem Binomial nomenklatur (sistem tata nama ganda), yang aturannya sebagai berikut :
1)   Setiap makhluk hidup memiliki nama yang terdiri atas dua kata latin.
2)   Kata pertama menunjukkan Genus (penulisan diawali dengan huruf besar) dan kata kedua menunjukkan spesies (penulisan diawali huruf kecil).
3)   Penulisan nama makhluk hidup dilakukan dengan huruf miring atau diberi garis bawah. Contoh :
a.       Padi, nama ilmiahnya Oryza sativa
b.      Ketela pohong nama ilmiahnya Manihot utilisima
c.       Terdapat nama makhluk hidup yang mempunyai tiga kata. Kata ketiga menunjukkan varietas atau inisial penemu. Misal : Oryza sativa glutinosa (ketan hitam), glutinosa merupakan varietas; Psidium guajava L, huruf L merupakan inisial penemu.

2.2.5   Perkembangan sistem klasifikasi
Pada awalnya, makhluk hidup dibedakan menjadi 2 kingdom, yaitu :
1.      Tumbuhan (Plantae), pengelompokan berdasarkan makhluk hidup yang memiliki dinding sel dan kemampuan dalam berfotosintesis.
2.      Hewan (Animalia), pengelompokan berdasarkan kemampuan berpindah tempat.
Pada sistem klasifikasi diatas, jamur dikelompokkan kedalam sistem klasifikasi tumbuhan. Kemudian, diketahui bahwa jamur tidak dapat berfotosintesis dan dinding selnya mengandung kitin, sehingga jamur dipisahkan menjadi kingdom tersendiri, sehingga makhluk hidup dipisahkan menjadi 3 kingdom, yaitu : Fungi (jamur), Plantae, dan Animalia.
Setelah diketahui ada makhluk hidup prokariotik (tidak memiliki membran inti). Makhluk hidup prokariotik dikelompokkan menjadi kingdom tersendiri, yaitu kingdom Monera. Kemudian dikemukakan sistem empat kingdom, yaitu Monera, Fungi, Plantae, dan Animalia.
Klasifikasi empat kingdom selanjutnya disempurnakan oleh Robert H. Whittaker dengan mempertimbangkan tingkat makhluk hidup, sel, dan jenis nutrisi sehingga dikemukakannlah sistem lima kingdom yang terdiri atas :
a.       Monera
Kingdom monera terdiri atas makhluk hidup prokariotik, bersel satu (uniseluler), cara perkembangbiakan dengan pembelahan dan ada juga yang beberapa jenis yang melakukan dengan konjugasi. Konjugasi adalah peleburan sel kelamin yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya. Contoh : bakteri dan alga biru (cyanophyta).
Bakteri yang terdapat di lingkungan kita, ada yang bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti bakteri Escherichia coli yang berperan membantu memproduksi Vitamin K, ada pula bakteri yang berbahaya bagi kehidupan manusia seperti Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TB (tuberculosis paru).


b.      Protista
Kingdom protista terdiri atas makhluk hidup eukariotik, ada yang bersel tunggal dan ada juga yang bersel banyak. Cara berkembangbiak dengan pembelahan sel dan konjugasi. Contoh : amoeba, paramecium, euglena, plasmodium.
Selain kelompok Protista yang bersifat mikroskopis, terdapat Protista yang bersifat makroskopis (dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop) seperti Alga Merah, Alga Hijau, Ulva, dan Alga Coklat.
c.       Fungi
Kingdom fungi terdiri atas makhluk hidup eukariotik; bersifat saprofit dan parasit; ada yang uniseluler dan ada juga yang multiseluler; tidak mempunyai klorofil, secara umum berkembang biak dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium; tidak mempunyai akar, batang dan daun. Jamur hidup sebagai saprofit yaitu hidup dan makan dengan menguraikan zat sisa organisme atau sebagai parasit. Contoh jamur: jamur roti, ragi tape, jamur tiram putih, dan jamur kayu.
Jamur dibagi menjadi 6 divisi, yaitu Myxomycotina (jamur lendir), Oomycotina, Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina dan Deuteromycotina.
d.      Plantae
Kingdom plantae terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak, mempunyai klorofil sehingga dapat berfotosintesis, bersifat autotrof yaitu dapat membuat makanan sendiri. berdasarkan morfologi atau susunan tubuh, tumbuhan dapat dibedakan lagi atas dua jenis kelompok besar yakni :
1.      Tumbuhan Tidak Berpembuluh (Thallophyta)
Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang tidak memiliki berkas pengangkut dan belum bisa dibedakan antara akar, batang, serta daun; misalnya tumbuhan lumut. Kelompok tumbuhan lumut (Bryophyta) cirinya belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Struktur yang menyerupai akar disebut rhizoid, berspora, dan berklorofil.
2.      Tumbuhan Berpembuluh (Tracheophyta).
Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki berkas pengangkut, dan sudah dapat dibedakan antara akar, batang, serta daun. Tumbuhan berpembuluh disebut dengan tumbuhan berkormus. Tumbuhan berkormus terdiri atas dua kelompok yaitu : Kormofita berspora (Paku-pakuan /Pteridophyta) tidak mempunyai bunga  dan Kormofita berbiji (Tumbuhan Berbiji /Spermatophyta) mempunyai bunga dan biji.
Paku-pakuan (Pteridophyta)  
Memiliki ciri mempunyai akar, batang, dan daun sejati, tidak berbunga, serta tidak berbiji. Ciri lain dari tumbuhan paku adalah daun muda yang menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora disebut dengan sporofil dan ada pula daun yang tidak menghasilkan spora disebut dengan tropofil.
Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta), dikelompokkan menjadi :
a)      Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae), mempunyai ciri-ciri :
1)   Berbiji terbuka (tidak terbungkus daun buah).
2)   Alat reproduksi berupa bangun kerucut yang disebut strobilus jantan dan betina. Strobilus jantan dan betina ada yang berada pada satu pohon disebut berumah satu, contoh melinjo. Strobilus jantan dan betina ada yang berada pada 2 pohon yang berlainan disebut berumah dua, contoh pinus dan pakis haji.
3)   Berakar tunggang contoh : melinjo dan serabut contoh : pakis haji.
4)   Daun selalu hijau. Bentuk daun bermacam-macam : (a) Melinjo berdaun lebar dan tunggal; (b) Pakis haji berdaun majemuk; (c) Pinus daunnya berbentuk jarum.
5)   Contoh pakis haji (Cycas rumphii), melinjo (Gnetum gnemon), dan pinus (Pinus merkusi)
b)      Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), mempunyai ciri-ciri : (1) berbiji tertutup (terbungkus daun buah/carpel), (2) alat reproduksi berupa bunga, pada bunga terdapat benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina) . Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) dibagi menjadi 2 :
Ø  Tumbuhan berkeping satu (monokotil), mempunyai cirri-ciri : 1) memiliki satu keping daun lembaga, 2) berakar serabut, 3) batang tidak bercabang dan tidak berkambium, 4) berkas pembuluh pengangkut tersebar, 5) tulang daun sejajar atau melengkung, 6) kelopak bunga pada umumnya kelipatan tiga. Contoh : jagung (Zea mays), padi (Oryza sativa), kelapa (Cocos nucifera), salak (Zalaca edulis)
Ø  Tumbuhan berkeping 2 (dikotil), mempunyai ciri-ciri : 1) memiliki dua keping daun lembaga, 2) berakar tunggang, 3) batang bercabang dan berkambium, 4) berkas pengangkut tersusun dalam satu lingkaran, 5) tulang daun menjari atau menyirip, 6) kelopak bunga kelipatan empat atau enam. Contoh : mangga (Mangifera indica), kacang tanah (Arachys hypogeal),  kacang panjang (Vigna sinensis), papaya (Carica papaya)





e.       Animalia
Kingdom animalia terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak, bersifat heterotrof, mampu bergerak aktif. Berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang dibagi menjadi dua kelompok :
1.      Hewan tidak bertulang belakang (Invertebrata/Avertebrata), mempunyai ciri utama tidak memiliki ruas-ruas tulang belakang. Dikelompokkan menjadi :
a)      Porifera (hewan berpori),
Porifera adalah hewan yang mempunyai pori-pori. Hewan ini tubuhnya seperti spons. Habitatnya di perairan, warna tubuhnya bermacam-macam merah, kuning dan hijau. Contoh hewan Porifera: Spongilla, Euspongia, Poterion, Scypha.
b)      Coelenterata (hewan berongga)
Coelenterata adalah hewan yang berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa. Pada permukaan tentakel terdapat sel beracun yang menyengat. Tubuhnya ada yang berbentuk polip dan menempel pada tempat hidupnya, dan ada yang berbentuk medusa yang bergerak aktif melayang-layang
di air seperti payung. Contoh : Ubur-ubur, bunga karang, Obelia, Hydra, Anemon.
c)      Vermes (cacing)
Cacing (vermes) adalah hewan bertubuh lunak, tak bercangkang dan tubuhnya simetris bilateral. Berdasarkan bentuk tubuhnya, cacing dibagi menjadi 3 kelompok yaitu (1) cacing pipih (Platyheminthes) contoh cacing hati, cacing pita; (2) cacing gilig (Nemathelminthes) tubuhnya bulat panjang dan tidak bersegmen, contoh: cacing perut, cacing kremi, cacing tambang; (3) cacing gelang (Annelida) tubuhnya beruas-ruas seperti cincin, contoh cacing tanah, lintah, dan pacet.
d)      Mollusca (hewan bertubuh lunak)
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, banyak lendirnya dan terbungkus oleh mantel. Jenis Molluscada ada yang memiliki cangkang berfungsi untuk melindungi tubuh. Habitatnya di darat dan air. Contoh
cumi-cumi, gurita, siput, kerang, tiram, dan remis.
e)      Echinodermata (hewanberkulit duri)
Echinodermata adalah hewan yang tubuhnya diselimuti duri, ada lempengan zat kapur/zat kitin yang keras. Tubuh simetri radial dengan lima lengan. Pada tubuhnya terdapat sistem ambulakral untuk alat gerak, bernapas, dan menangkap mangsa. Ada 5 kelas yaitu (1) Asteroidea (contoh bintang laut), (2) Echinoidea (contoh landak laut, bulu babi), (3) Ophiuroidea (contoh bintang ular), (4) Crinoidea (contoh lilia laut), dan (5) Holothuroidea (contoh tripang laut).
f)       Arthropoda (hewan dengan kaki beruas ruas)
Arthropoda adalah hewan berbuku-buku, tubuhnya dibedakan atas kepala, dada dan perut, tubuh terbungkus zat kitin yang keras, memiliki alat indra yang peka terhadap sentuhan dan bau-bauan, memiliki mata faset yaitu mata majemuk terdiri atas beribu-ribu mata kecil berbentuk segi enam.
Arthropoda dikelompokkan dalam 4 kelas yaitu (1) Insecta (serangga) contohnya belalang, lebah, kumbang; (2) Crustacea (udang-udangan) contohnya udang, kepiting, rajungan; (3) Arachnoidea (laba-laba) contohnya: laba-laba, kalajengking, kutu, caplak; (4) Myriapoda (lipan) contohnya; kelabang, kaki seribu.
2.      Hewan bertulang belakang (Vertebrata) mempunyai ciri utama memiliki ruas-ruas tulang belakang. Dikelompokkan menjadi :
a.       Pisces, mempunyai cir-ciri : 1) hidup di dalam air; 2) bergerak menggunakan sirip; 3) ada yang ovipar, pembuahan di luar tubuh induknya, contoh ikan nirwana dan ada yang ovovivipar, pembuahan di dalam tubuh induk contoh ikan hiu; 4) bernapas menggunakan insang; 5) tubuh bersisik. Contoh ikan hiu (Galeocerdo cuvier), ikan nirwana (Osteoglossum bicirrhosum)
b.      Amphibian, mempunyai ciri-ciri : 1) dapat hidup di air dan di darat; 2) kaki memiliki selaput renang; 3) bernapas dengan insang (fase berudu), kulit dan paru-paru; 4) ovipar, pembuahan diluar tubuh induk. Contoh katak (Bufo americanus).
c.       Reptilia, mempunyai ciri-ciri : 1) tubuh tertutup kulit kering berupa zat tanduk; 2) bernapas dengan paru-paru; 3) umumnya bergerak dengan dua pasang kaki, sedangkan pada ular bergerak dengan otot perut; 4) ada yang ovipar, pembuahan di dalam tubuh induknya, contoh buaya dan ada yang ovovivipar, pembuahan di dalam tubuh induk contoh ular boa. Contoh buaya (Crocodylus porosus), ular anakonda (Eunectes murinus)
d.      Aves, mempunyai ciri-ciri : 1) tubuh tertutup bulu; 2) memiliki sepasang kaki dan sayap; 3) memiliki tembolok sistem pencernaan; 4) mempunyai kloaka sebagai organ reproduksi, sekresi dan ekskresi; 5) ovipar, pembuahan di dalam tubuh induk; 6) bernapas dengan paru-paru. Contoh rajawali (Aquila chrysaetos), penguin (Mellenganes penguin)
e.       Mamalia, mempunyai ciri-ciri : 1) memiliki kelenjar susu; 2) memiliki rambut; 3) malahirkan, pembuahan di dalam tubuh induk; 4) bernapas dengan paru-paru. Contoh : paus (), gajah (Elephas maximus)


BAB 4. ORGANISASI KEHIDUPAN
4.1  Sel
Sel pertama kali di temukan oleh Robert Hooke pada tahun 1965. Hooke menyebut sel untuk menggambarkan struktur seperti kotak pada sarang lebah atau sel-sel penjara dari pengamatan pada gabus. Gambar tersebut berasal dari pengamatan dengan mikroskop dua lensa.
Sel adalah satuan unit terkecil dari makhluk hidup. Berdasarkan banyaknya sel yang menyusun tubuh, organism dibedakan menjadi dua :
b)      Uniseluler, adalah Mahkluk hidup yang tersusun oleh satu sel. contoh bakteri, amoeba, paramecium dan euglena.
c)      Multiseluler, adalah Mahkluk hidup yang tersusun atas banyak sel. contoh hewan, tumbuhan dan manusia.
Berdasarkan ada tidaknya membran inti, sel dibedakan menjadi dua :
a)      Prokariotikà sel yang tidak memiliki membran inti, contoh bakteri dan alga.
b)      Eukariotikà  sel yang mempunyai membran inti, contoh hewan dan tumbuhan.

Struktur Sel

Sel Hewan


a.      Membran sel
Membran sel tersusun atas fosfor, lemak (lipid), karbohidrat, dan protein. Membran sel berfungsi sebagai pelindung dan pengatur lalu lintas zat yang keluar masuk sel. Membran sel bersifat semipermeable, artinya membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu. Zat yang dapat melewati membran sel contohnya, air, oksigen (O2) dll.
b.      Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan sel yang mengandung berbagai macam zat, diantaranya protein, lemak, karbohidrat, vitamin dll. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel karena organel sel terdapat di sitoplasma.

c.       Inti sel (Nukleus)
Nukleus tersusun atas membran, cairan inti (nukleuplasma), kromosom, dan anak inti (nukleolus). Cairan inti mengandung air, protein, dan mineral. Kromosom merupakan pembawa sifat menurun. Kromosom tersusun atas benang-benang kromatin. Nucleolus berfungsi dalam pembuatan komponen ribosom.
d.      Mitokondria
Organel bermembran yang berfungsi sebagai tempat penghasil energi. Semakin aktif suatu sel, semakin banyak mitokondrianya.
e.       Ribosom
Ribosom berbentuk butiran-butiran. Ribosom ada yang menempel pada retikulum endoplasma dan ada yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi dalam pembuatan (sintesis) protein.

f.        Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma merupakan saluran berliku yang membentang dari inti sel menuju ke sitoplsma. Ada dua tipe RE, 1) Retikulum endoplasma kasar, ditempeli ribosom dan 2) Retikulum endoplasma halus, tidak ditempeli ribosom. Retikulum endoplasma berfungsi untuk membuat dan menyalurkan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh organel-organel sel.
g.      Badan Golgi (Kompleks Golgi)
Badan golgi merupakan kumpulan kantung yang bertumpuk-tumpuk. Badan golgi berfungsi untuk memodifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh RE dan menyalurkannya ke organel-organel yang membutuhkan.
h.      Lisosom
Lisosom merupakan organel berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan atau zat asing. Jika lisosom pecah, maka enzim yang di dalamnya akan mencerna/menghancurkan organel sel dan akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada sel hewan.
i.        Sentriol
Sentriol berperan dalam pembelahan sel, hanya dimiliki oleh sel hewan.
j.        Vakuola
Vakuola berarti ruangan sel. Pada tumbuhan yang sudah tua, vakuola berukuran besar dan berisi cadangan makanan. Sedangkan pada sel hewan, vakuola berukuran kecil bahkan ada yang tidak memiliki vakuola.
k.      Plastida
Plastida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastid mengandung pigmen tertentu. Kloroplas merupakan plastida yang berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Kromoplas merupakan plastida berwarna kuning karena memiliki pigmen xantofil.
l.        Dinding Sel
Membrann sel tumbuhan dilindungi dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel berfungsi untuk menjaga bentuk sel tumbuhan menjadi tetap dan kaku.

Tabel 1. Perbedaan dan persamaan struktur sel hewan dan tumbuhan
Organel sel
Fungsi sel
Hewan
Tumbuhan
Nukleus
Reproduksi
Ada
Ada
Nukleolus
Sintesis ribosom
Ada
Ada
Ribosom bebas
Sintesis protein
Ada
Ada
Ribosom terikat RE
Ada
Ada
RE halus
Sintesis dan penyaluran bahan
Ada
Ada
RE kasar
Ada
Ada
Badan golgi
Modifikasi dan menyaluran produk RE
Ada
Ada
Mitokondria
Penghasil energi
Ada
Ada
Lisosom
Pencernaan makanan
Ada
Tidak ada
Kloroplas
Fotosintesis
Tidak ada
Ada
Dinding sel
Pelindung
Tidak ada
Ada
Vakuola
Penyimpanan makanan dan pemgeluaran zat sisa
Ada kecil
Ada besar







4.2  Jaringan
Jaringan adalah Kumpulan dari beberapa sel yang memiliki sifat, bentuk dan fungsi yang sama.
4.2.1   Jaringan pada hewan dan manusia
a.       Jaringan epitel
Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang tersusun dalam lembaran-lembaran. Masing-masing lembaran terdiri dari satu lapisan sel atau lebih.  Jaringan ini melapisi seluruh permukaan dalam dan luar tubuh. Jaringan ini berfungsi sebagai pelindung tubuh atau organ, melapisi saluran kelenjar.
b.      Jaringan otot
Otot berfungsi sebagai alat gerak aktif. Berdasarkan selnya, jaringan otot dibedakan menjadi 3 yaitu,
1)      Otot lurik, mempuyai ciri-ciri terletak pada rangka atau tulang, berinti banyak di tepi, mempunyai pita-pita melintang gelap berselang seling terang, bekerja sesuai kehendak kita (sadar);
2)      Otot jantung, mempunyai ciri-ciri terletak di jantung, struktur mirip dengan otot lurik tetapi bercabang dan bekerja secara otonom (di luar kehendak);
3)      Otot polos, mempunyai ciri-ciri terdapat pada organ-organ tubuh dalam seperti, saluran pencernaan, pembuluh nadi, pembuluh balik,dll. Bentuk otot polos berujung runcing, berinti satu dan terlerak di tengah dan bekerja secara otonom.
c.       Jaringan saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf (neuron) yang berfungsi menerima dan mengirim rangsangan.
d.      Jaringan penyokong
Berfungsi untuk menopang tubuh. Macam jaringan penyokong antara lain :
Jaringan ikat  berfungsi mengikat jaringan lain agar tetap berada pada tempatnya. Contoh, tendon yang menghubungkan otot dengan tulang.
Jaringan tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan. Misalnya pada permukaan persendian, daun telinga dan tulang hidung.
Jaringan tulang tersusun atas sel-sel tulang keras yang mengandung banyak zat kapur, seperti kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Misal tulang lengan, tulang paha dll.
Jaringan darah terdiri atas sel-sel darah dan plasma darah. Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah, sel darah putih dan keeping darah. Jaringan darah berfungsi mengangkut oksigen, karbon dioksida, dan sari makanan.
Jaringan limfa terdiri atas cairan limfa yang beredar pada pembuluh limfa. Jaringan limfa berfungsi untuk mengangkut lemak dan pertahanan tubuh.

4.2.2   Jaringan pada tumbuhan
a.       Jaringan meristem, berfungsi melakukan pembelahan sel tubuh, jaringan meristem terdiri dari sekelompok sel yang memiliki sifat selalu membelah diri. Jaringan meristem terletak pada titik tumbuh seperti ujung batang, kuncup dan ujung akar.
b.      Jaringan epidermis, terdiri dari selapis sel hidup yang berbentuk pipih dengan permukaan atas dan bawah sejajar. Jaringan epidermis menutupi permukaan akar, batang, dan daun, berfungsi untuk melindungi jaringan di dalamnya dan tempat pertukaran zat. Terletak pada permukaan daun, batang dan akar.
c.       Jaringan parenkim, tersusun dari sel-sel hidup yang berdinding tipis. Jaringan parenkim tersebar di seluruh tubuh tumbuhan. Pada daun terdapat dua macam jaringan parenkim, yaitu jaringan tiang dan jaringan bunga karang.
d.      Jaringan penyokong, berfungsi sebagai penunjang berdirinya tumbuhan. Ada dua macam, yaitu kolenkim dan sklerenkim.
e.       Jaringan pengangkut, terdiri dari jaringan pembuluh kayu (xilem) dan jaringan pembuluh tapis (floem). Jaringan xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun, jaringan floem berfungsi mengangkut zat makanan dari daun keseluruh tubuh.   

4.3  Organ
Organ adalah kumpulan dari beberapa macam jaringan yang bekerjasama untuk melakukan tugas/fungsi tertentu
Organ pada hewan dan manusia
a.       Lidah, hidung, telinga, dan mata sebagai organ indera
b.      Paru-paru berfungsi sebagai organ pernapasan
c.       Jantung berfungsi memompa darah beredar keseluruh tubuh.
d.      Hati berfungsi menawarkan racun yang terbentuk dalam tubuh



Organ pada tumbuhan
a.       Akar, tersusun atas jaringan epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut. Jaringan-jaringan tersebut bekerjasama sehingga akar dapat berfungsi sebagai organ penyerap air dan zat hara (mineral), sebagai penegak batang dan organ pernapasan.
b.      Batang, tersusun atas jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan korteks, jaringan silinder pusat, dan jaringan pengangkut. Fungsi batang adalah sebagai alat pengangkutan dan menopang tubuh tumbuhan. Pada beberapa jenis tumbuhan, batang berperan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
c.       Daun, tersusun ata jaringan epidermis, jaringan tiang, jaringan bunga karang, dan jaringan pengangkut. Fungsi daun adalah sebagai tempat fotosintesis yang menghasilkan makanan untuk kehidupan tumbuhan itu sendiri dan berfungsi sebagai organ pernapasan.

4.4  Sistem organ
Sistem organ adalah sekelompok organ tubuh yang bekerja sama untuk melakukan fungsi tertentu.
Sistem organ pada hewan dan manusia
Table 2. berbagai sistem organ pad manusia dan fungsinya
Sistem
Organ penyusun
Fungsi
Pencernaan
Mulut, lambung, usus halus, usus besar dan anus
Mencerna makanan agar dapat iserap usus halus
Pernapasan
Hidung, tenggorokan, dan paru-paru
Memasukkan oksigen serta mengeluarkan karbon diolsida dan air
Peredaran darah
Jantung, pembuluh balik, pembuluh nadi, dan pembuluh limfa
Mengangkut sari makanan, oksigen dan CO2
Pengeluaran
Ginjal, hati, kulit, dan paru-paru
Mengeluarkan zat sisa
Reproduksi
Testis, ovarium, dan rahim
Berkembang biak
Saraf
Otak, sumsum tulang belakang, serabut saraf danalat indra
Mengkoordinasi, gerak dan tanggapan terhadap rangsang
 
Sistem organ pada tubuhan
Organ utama pada tumbuhan meliputi daun, batang, dan akar. Ketiga organ tersebut bekerja sama membentuk sistem organ untuk melakukan fungsi/proses tertentu, missal fotosintesis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar