BAB
1. OBJEK IPA DAN PENGAMATANNYA
1.1 Penyelidikan
IPA
Penyelidikan
ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses yang harus dikuasai antara lain :
a. Pengamatan
Pengamatan
dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi. Proses pengamatan melibatkan
panca indra dan alat ukur yang sesuai.
b.
Membuat
inferensi
Merumuskan
penjelasan berdasarkan pengamatan, untuk menemukan pola-pola atau
hubungan-hubungan antar aspek yang diamati untuk menarik kesimpulan.
c.
Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan
hasil penyelidikan berupa kesimpulan dengan cara lisan maupun tulisan; yang dikomunikasikan
termasuk data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dan gambar yang
relevan berdasarkan hasil dari pengamatan.
1.2 Pengertian
dan Ruang Lingkup Biologi
Biologi
berasal dari bahasa yunani, yaitu bios
artinya hidup dan logos artinya ilmu.
Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup.
Objek
kajian biologi sangat luas, mulai dari makhluk hidup yang kasat mata hingga
yang tidak kasat mata. Kajiannya (pembahasannya) pun bukan hanya penampilan
fisik makhluk hidup tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan. Mulai dari
penampilan fisik, struktur tubuh, proses yang terjadi di dalam tubuh, dan
hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya.
Biologi telah berkembang menjadi berbagai cabang sebagai berikut
No.
|
Cabang
Biologi
|
Bidang
yang dipelajari
|
1
|
Morfologi
|
Ilmu
yang mempelajari penampilan fisik makhluk hidup
|
2
|
Anatomi
|
Ilmu
yang mempelajari struktur tubuh makhluk hidup
|
3
|
Zoology
|
Ilmu
yang mempelajari hewan
|
4
|
Mikrobiologi
|
Ilmu
yang mempelajari mikroorganisme
|
5
|
Mikologi
|
Ilmu
yang mempelajari jamur
|
6
|
Ekologi
|
Ilmu
yang mempelajari hubungan makhluk hidup dengan lingkungan
|
7
|
Genetika
|
Ilmu
yang mempelajari pewarisan makhluk hidup
|
8
|
Taksonomi
|
Ilmu
yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup
|
9
|
Evolusi
|
Ilmu
yang mempelajari perkembangan dan kekerabatan makhluk hidup
|
10
|
Botani
|
Ilmu
yang mempelajari tumbuhan
|
1.3 Mikroskop
Mikroskop
adalah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
secara langsung.
1.3.1 Macam-macam
mikroskop
a.
Mikroskop
cahaya
Mempunyai
perbesaran maksimum 1000 kali. Mempunyai tiga lensa yaitu : lensa okuler, lensa
objektif, dan kondensor. Lensa okuler dapat berbentuk lensa tunggal (monokuler)
dan lensa ganda (binokuler).
b.
Mikroskop
stereo
Hanya
digunakan untuk objek benda yang berukuran relative besar. Mempunyai perbesaran
7-30 kali. Objek yang diamati dapat terlihat dalam bentuk tiga dimensi. Komponen
utama mikroskop hamper sama dengan mikroskop cahaya.
c.
Mikroskop
elektron
Mempunyai
perbesaran sampai 100 ribu kali. Elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Terdapat
dua tipe mikroskop elektron, yaitu ;
1)
Scanning Electron Microscope (SEM), berfungsi dalam studi
permukaan sel.
2)
Transmission Electron Microscope (TRM), berfungsi untuk mengamati
struktur dalam (internal) sel.
1.3.2 Bagian-bagian
mikroskop
Mikroskop
terdiri dari bagian-bagian berikut ini :
a.
Bagian
optik
1)
Lensa okuler, terdapat di ujung atas tabung dan berdekatan dengan
mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk
memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesaran bayangan
yang terbentuk berksiar 5-25 kali.
2)
Lensa objektif, terletak diatas meja preparat.
Lensa yang berfungsi dalam pembentukan bayangan pertama dari objek. Lensa ini
terdiri dari beberapa lensa dengan perbesaran 4x, 10x, 40x, dan 100x
3)
Reflector, berfungsi untuk memantulkan
cahaya ke dalam lubang diafragma dan lubang yang terdapat pada meja objek.
Terdiri dari 2 sisi yaitu, cermin cekung dan datar.
4)
Kondensor, berfungsi mengumpulkan cahaya
atau menerangi objek yang diamati.
5)
Diafragma, berfungsi mengatur banyak
sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin ke mata pengamat.
b.
Bagian
mekanik
1)
Tabung mikroskop, terletak antara lensa okuler
dengan lensa objektif.
2)
Pemutar kasar (makrometer), berfungsi untuk memfokuskan
preparat secara cepat.
3)
Pemutar halus (mikrometer), berfungsi untuk memfokuskan
preparat secra lambat.
4)
Meja preparat, sebagai tempat meletakkan objek
yang akan diamati (preparat).
5)
Penjepit preparat, berfungsi untuk menjepit kaca
benda.
6)
Kondensor, berfungsi mengumpulkan cahaya
atau menerangi objek yang diamati.
7)
Revolver, terletak dibawah tabung
mikroskop. Revolver berfungsi untuk memasang/menempatkan lensa objektif yang dapat
diputar untuk memilih perbesaran lensa objektif yang akan digunakan.
8)
Lengan mikroskop, berfungsi untuk pegangan saat
membawa mikroskop.
9)
Kaki mikroskop, berfungsi menyangga mikroskop.
1.3.3 Cara
mengamati preparat dengan mikroskop
a.
Mengatur cahaya.
-
Mikroskop
konvensional (mikroskop cahaya) : cari cahaya dengan menggerakkan cermin ke
arah datangnya sinar.
-
Mikroskop
modern : nyalakan lampu yang terdapat di dasar mikroskop.
Gunakan diafragma untuk mengatur
besar kecilnya cahaya sehingga terbentuk lingkaran terang yang disebut
lingkaran pandang.
b.
Letakkan
kaca benda beserta objek yang akan diamati (preparat) pada meja preparat dan
jepit dengan preparat. Aturlah letak kaca objek, sehingga objek tepat di atas
lubang meja preparat.
c.
Putarlah
revolver agar kalian dapat menggunakan lensa objektif dengan perbesaran lemah.
d.
Putarlah
pemutar kasar (makrometer) sampai terlihat bayangan kasar preparat (hati-hati
jangan sampai lensa objektif menyentuh kaca objek).
e.
Putarlah
pemutar halus (mikrometer) sampai bayangan preparat terlihat jelas.
f.
Setelah
preparat terlihat jelas dengan perbesaran lemah, maka amatilah bayangan
preparat dengan perbesaran kuat.
1.3.4 Membuat
objek pengamatan
Membuat
irisan melintang dan membujur.
1)
Bagian
tumbuhan (daun, batang, atau akar) yang akan diamati harus dibuat sayatan tipis
atau transparan.
2)
Sediakan
silet yang tajam.
3)
Sediakan
gabus atau batang umbi kayu untuk mempermudah penyayatan
4)
Selipkan
daun atau akar yang berukuran tipis dan kecil yang akan diiris ke dalam
gabus atau umbi batang kayu yang telah
disayat membelah. Untuk batang kayu yang berukuran sedang cukup langsung diiris
secara melintang atau membujur.
5)
Tetesi
kaca benda dan letakkan jaringan tumbuhan hasil pengirisan ke atas kaca benda
lalu tutup dengan kaca penutup. Preparat basah siap untuk diamati.
1.3.5 Perawatan
mikroskop
Mikroskop
harus dirawat dan disimpan dengan baik dengan cara :
a.
Bersihkan
kotoran yang ada pada mikroskop dengan menggunakan tisu sebelum dan sesudah
menggunakan mikroskop.
b.
Putar
revolver, pilih lensa objektif dengan perbesaran lemah.
c.
Tutupilah
mikroskop dengan plastik agar tidak terkena debu bila sedang tidak digunakan.
d.
Bawa
mikroskop dengan cara pegang lengan mikroskop dengan tangan kanan dan letakkan
diatas tangan kiri untuk menopangnya. Hindarkan mikroskop dari benturan.
e.
Simpan
dalam lemari yang kering dan usahakan diberi cahaya.
BAB
2. CIRI DAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
2.1 Ciri-ciri
Makhluk Hidup
1)
Bergerak
Adalah perpindahan posisi seluruh atau sebagian
tubuh makhluk hidup karena adanya rangsangan. Manusia dan hewan dapat bergerak
bebas atau pindah tempat dengan bantuan alat gerak.
Pada tumbuhan pergerakannya dilakukan oleh
sebagian tubuh sehingga tidak terlihat jelas.
2)
Memerlukan
makanan atau nutrisi dan air
Makanan atau nutrisi diperlukan untuk
menghasilkan energi, pertumbuhan dan menggantikan sel yang rusak. Air berfungsi
sebagai zat pelarut dalam tubuh. Berdasarkan cara mendapatkan makanan Makhluk
hidup dibedakan menjadi dua :1). autotrof,
adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis, contohnya tumbuhan hijau;
2). Heterotrof adalah makhluk hidup
yang menggunakan bahan organik sebagai sumber
makanannya, contohnya manusia dan hewan.
3)
Peka
terhadap rangsang
Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan
menanggapi rangsang dengan cara yang berbeda-beda. Sifat mampu menanggapi
rangsangan yang datang dari lingkungan disebut iritabilita. Rangsangan dapat berupa panas, cahaya, dingin,
sentuhan, gravitasi dll.
4)
Bernapas
Merupakan proses mengambil oksigen dari
lingkungan dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Oksigen digunakan untuk
mengubah zat makanan menjadi energi secara kimiawi.
5)
Tumbuh
dan berkembang
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan
jumlah sel yang mengakibatkan bertambah besarnya makhluk hidup yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke
keadaan semula). Berkembang adalah proses menuju ke kedewasaan yang ditandai
dengan terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.
6)
Mengeluarkan
zat sisa (Ekskresi)
Zat sisa bersifat racun sehingga bila tidak
dikeluarkan akan mengganggu kinerja tubuh. Contoh zat sisa yaitu urine, uap
air, karbondioksida (CO2) dll. Tumbuhan mengeluarkan CO2
dan uap air melalui lentisel dan stomata. Manusia mengeluarkan urine melalui
ginjal, karbondioksida dan air melalui paru-paru, dll.
7)
Berkembang
biak
Merupakan kemampuan makhluk hidup untuk
memperoleh keturunan. Tujuan makhluk hidup berkembang biak adalah untuk
melestarikan jenisnya. Perkembangbiakan dapat terjadi secara kawin (generatif)
dan tak kawin (vegetatif).
8)
Beradaptasi
adalah
kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Contoh
: Punuk unta untuk menyimpan air, kaktus mempunyai daun berupa duri dll.
2.2 Klasifikasi
Makhluk Hidup
Klasifikasi
adalah suatu cara pengelompokan dan pemberian nama ilmiah makhluk hidup berdasarkan
persamaan dan perbedaan ciri-ciri makhluk hidup. Ilmu yang mempelajari tentang
klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi. Pelopor taksonomi adalah Corolus
Linnaeus. Berkat jasanya, beliau dijuluki sebagai bapak taksonomi dan cara
pengklasifikasian yang dibuatnya tetap dipakai sampai sekarang.
Tujuan
klasifikasi makhluk hidup adalah :
1)
Memudahkan
untuk mengenal makhluk hidup.
2)
Mempermudah
untuk mempelajari makhluk hidup.
3)
Mengetahui
adanya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
2.2.1 Tahapan
klasifikasi
Langkah-langkah pengklasifikasian
yang dilakukan Linnaeus
:
a.
Melakukan
identifikasi ciri-ciri makhluk hidup.
Semua
ciri-ciri yang ada pada makhluk hidup yang ada, baik berupa anatomi, fisiologi,
morfologi, dan tingkah laku yang dicatat dan dipelajari.
b.
Mengelompokkan makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri sama
dalam satu kelompok.
Misalnya,
ayam dikelompokkan dalam satu kelompok dengan burung karena memiliki persamaan
: tubuh ditutupi bulu, bernapas dengan paru-paru, berparuh dan membpunyai 4
ruang jantung.
c.
Apabila
dalam satu kelompok ditemukan ada perbedaan ciri-ciri, makhluk hidup dipisahkan
lagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
Kriteria
Klasifikasi Tumbuhan
Para
ahli melakukan pengklasifikasian tumbuhan dengan memperhatikan beberapa
kriteria yang menjadi penentu dan selalu diperhatikan, misalnya:
a. Organ perkembangbiakannya, apakah
dengan spora atau dengan bunga.
b. Habitus/perawakan tumbuhan waktu
hidup, apakah tegak, menjalar atau merambat.
c. Bentuk dan ukuran daun,
d.
Cara
berkembangbiak: seksual (generatif) atau aseksual (vegetatif)
Kriteria
Klasifikasi Hewan
Sama
halnya dengan pengklasifikasian tumbuhan, dalam mengklasifikasikan hewan para
ahli juga mengklasifikasikan dengan melihat kriteria berikut ini.
a. Saluran pencernaan makanan. Hewan
tingkat rendah belum punya saluran pencernaan makanan. Sedang hewan tingkat
tinggi mempunyai lubang mulut, saluran pencernaan, dan anus.
b.
Kerangka
(skeleton), apakah kerangka di luar tubuh (eksoskleton) atau di dalam tubuh
(endoskeleton).
c.
Anggota
gerak, apakah berkaki dua, empat, atau tidak berkaki.
2.2.2 Urutan
takson dalam klasifikasi
Makhluk
hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang paling umum sampai
yang paling khusus. Semakin banyak persamaan cirri yang dimiliki, semakin dekat
kekerabatannya.
Susunan
takson dalam klasifikasi : dunia (kingdom) à divisi (tumbuhan) atau filum
(hewan) à kelas à bangsa (ordo) à suku (famili) à marga (genus) à jenis (species). Contoh susunan takson dalam
klasifikasi adalah :
Susunan
takson
|
Hewan
(Harimau)
|
Tumbuhan
(Bunga cempaka)
|
Kingdom
|
Kingdom : Animalia
|
Kingdom : Plantae
|
Filum (hewan) atau Divisi
(tumbuhan)
|
Filum : Chordata
|
Divisi : Spermatophyta
|
Kelas
|
Kelas : Mammalia
|
Kelas : Magnoliophyta
|
Ordo
|
Ordo : Carnivora
|
Ordo : Magnoliales
|
Famili
|
Famili : Felidae
|
Famili : Magnoliaceae
|
Genus
|
Genus : Felis
|
Genus : Michelia
|
Species
|
Species : Felis
tigris
|
Species : Michelia
champaca
|
2.2.3 Kunci
determinasi
Kunci
determinasi (kunci dikotom) adalah uraian
keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup yang disusun berurutan mulai
dari ciri umum hingga ke ciri khusus untuk menemukan kelompok/spesies makhluk
hidup. Contoh kunci determinasi :
Hewan
1)
a. bertulang belakang ........................................................................................ 2
b. tidak bertulang belakang................................................................................ avertebrata
2)
a.
tubuh selalu basah ........................................................................................ 3
b.
tubuh tidak selalu basah ............................................................................... 4
3)
a.
kulit bersisik ................................................................................................. pisces
b.
kulit tidak bersisik ........................................................................................ amphibian
4)
a.
menyusui anak ............................................................................................. mammalia
b.
tidak menyusui anak .................................................................................... 5
5)
a.
bertelur.......................................................................................................... aves
b.
bertelur dan beranak ..................................................................................... reptilian
Tumbuhan
1)
a.
tidak mempunyai batang .............................................................................. 2
b. mempunyai batang ...................................................................................... 3
2)
a. tidak mempunyai klorofil (zat hijau
daun) .................................................. Jamur
b. mempunyaig klorofil ................................................................................... Ganggang
3)
a. tidak mempunyai bunga .............................................................................. Lumut
dan Paku
b. Mempunyai bunga ....................................................................................... 4
4)
a. tumbuhan berbiji terbuka ............................................................................. Gymnospermae
b. tumbuhan berbiji tertutup ............................................................................ Angiospermae ……5
5)
a. keeping biji satu/akar serabut ....................................................................... Monokotil
b. berkeping biji dua/akar tunggang ................................................................. Dikotil
2.2.4 Metode
penamaan ilmiah
Menurut para sainstis khususnya biologi, nama memiliki arti yang
penting. Nama sangat berfungsi dalam hal penyampaian informasi, selain itu juga
untuk memudahkan penelusuran dalam hal lokasi ditemukannya makhluk hidup itu.
Contoh: Bos javanicus menunjukkan lokasi ditemukannya spesies tersebut.
Nama (nama ilmiah) juga dapat menunjukkan siapa penemu spesies tersebut, dan
juga karakteristik dari spesies yang ditemukan. Contoh Solanum nigrum menunjukkan
karakteristik dari spesies tumbuhan tersebut yang memiliki buah berwarna hitam.
Linnaeus
memberikan nama ilmiah untuk suatu makhluk hidup menggunakan sistem Binomial nomenklatur (sistem tata nama
ganda), yang aturannya sebagai berikut :
1)
Setiap
makhluk hidup memiliki nama yang terdiri atas dua kata latin.
2)
Kata
pertama menunjukkan Genus (penulisan
diawali dengan huruf besar) dan kata kedua menunjukkan spesies (penulisan diawali huruf kecil).
3)
Penulisan
nama makhluk hidup dilakukan dengan huruf miring atau diberi garis bawah.
Contoh :
a.
Padi,
nama ilmiahnya Oryza sativa
b.
Ketela
pohong nama ilmiahnya Manihot utilisima
c.
Terdapat
nama makhluk hidup yang mempunyai tiga kata. Kata ketiga menunjukkan varietas
atau inisial penemu. Misal : Oryza sativa
glutinosa (ketan hitam), glutinosa merupakan varietas; Psidium guajava L, huruf L merupakan inisial penemu.
2.2.5 Perkembangan
sistem klasifikasi
Pada awalnya, makhluk hidup
dibedakan menjadi 2 kingdom, yaitu :
1.
Tumbuhan
(Plantae), pengelompokan berdasarkan makhluk
hidup yang memiliki dinding sel dan kemampuan dalam berfotosintesis.
2.
Hewan
(Animalia), pengelompokan berdasarkan
kemampuan berpindah tempat.
Pada sistem klasifikasi diatas,
jamur dikelompokkan kedalam sistem klasifikasi tumbuhan. Kemudian, diketahui
bahwa jamur tidak dapat berfotosintesis dan dinding selnya mengandung kitin,
sehingga jamur dipisahkan menjadi kingdom tersendiri, sehingga makhluk hidup
dipisahkan menjadi 3 kingdom, yaitu : Fungi (jamur), Plantae, dan Animalia.
Setelah diketahui ada makhluk
hidup prokariotik (tidak memiliki membran inti). Makhluk hidup prokariotik
dikelompokkan menjadi kingdom tersendiri, yaitu kingdom Monera. Kemudian dikemukakan sistem empat kingdom, yaitu Monera, Fungi, Plantae, dan Animalia.
Klasifikasi empat kingdom
selanjutnya disempurnakan oleh Robert H.
Whittaker dengan mempertimbangkan tingkat makhluk hidup, sel, dan jenis
nutrisi sehingga dikemukakannlah sistem lima kingdom yang terdiri atas :
a.
Monera
Kingdom
monera terdiri atas makhluk hidup prokariotik, bersel satu (uniseluler), cara
perkembangbiakan dengan pembelahan dan ada juga yang beberapa jenis yang
melakukan dengan konjugasi. Konjugasi adalah peleburan sel kelamin yang belum
dapat dibedakan jenis kelaminnya. Contoh : bakteri dan alga biru (cyanophyta).
Bakteri
yang terdapat di lingkungan kita, ada yang bermanfaat bagi kehidupan manusia
seperti bakteri Escherichia coli yang berperan membantu memproduksi
Vitamin K, ada pula bakteri yang berbahaya bagi kehidupan manusia seperti Mycobacterium
tuberculosis yang menyebabkan penyakit TB (tuberculosis paru).
b.
Protista
Kingdom
protista terdiri atas makhluk hidup eukariotik, ada yang bersel tunggal dan ada
juga yang bersel banyak. Cara berkembangbiak dengan pembelahan sel dan
konjugasi. Contoh : amoeba, paramecium, euglena, plasmodium.
Selain
kelompok Protista yang bersifat mikroskopis, terdapat Protista yang bersifat
makroskopis (dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop) seperti Alga Merah,
Alga Hijau, Ulva, dan Alga Coklat.
c.
Fungi
Kingdom
fungi terdiri atas makhluk hidup eukariotik; bersifat saprofit dan parasit; ada
yang uniseluler dan ada juga yang multiseluler; tidak mempunyai klorofil,
secara umum berkembang biak dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium; tidak mempunyai akar, batang
dan daun. Jamur hidup sebagai saprofit yaitu hidup dan makan dengan menguraikan
zat sisa organisme atau sebagai parasit. Contoh jamur: jamur roti, ragi tape,
jamur tiram putih, dan jamur kayu.
Jamur
dibagi menjadi 6 divisi, yaitu Myxomycotina (jamur lendir), Oomycotina,
Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina dan Deuteromycotina.
d.
Plantae
Kingdom
plantae terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak, mempunyai klorofil
sehingga dapat berfotosintesis, bersifat autotrof yaitu dapat membuat makanan
sendiri. berdasarkan morfologi atau susunan tubuh, tumbuhan dapat dibedakan
lagi atas dua jenis kelompok besar yakni :
1.
Tumbuhan
Tidak Berpembuluh (Thallophyta)
Tumbuhan
tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang tidak memiliki berkas pengangkut dan
belum bisa dibedakan antara akar, batang, serta daun; misalnya tumbuhan lumut.
Kelompok tumbuhan lumut (Bryophyta) cirinya belum mempunyai akar,
batang, dan daun sejati. Struktur yang menyerupai akar disebut rhizoid,
berspora, dan berklorofil.
2.
Tumbuhan
Berpembuluh (Tracheophyta).
Tumbuhan
berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki berkas pengangkut, dan sudah dapat
dibedakan antara akar, batang, serta daun. Tumbuhan berpembuluh disebut dengan tumbuhan
berkormus. Tumbuhan berkormus terdiri atas dua kelompok yaitu : Kormofita
berspora (Paku-pakuan /Pteridophyta) tidak mempunyai bunga dan Kormofita berbiji (Tumbuhan Berbiji /Spermatophyta) mempunyai bunga dan biji.
Paku-pakuan (Pteridophyta)
Memiliki
ciri mempunyai akar, batang, dan daun sejati, tidak berbunga, serta tidak
berbiji. Ciri lain dari tumbuhan paku adalah daun muda yang menggulung. Daun
tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora disebut dengan sporofil dan
ada pula daun yang tidak menghasilkan spora disebut dengan tropofil.
Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta), dikelompokkan menjadi :
a)
Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae),
mempunyai ciri-ciri :
1)
Berbiji terbuka (tidak terbungkus daun buah).
2)
Alat reproduksi berupa bangun kerucut yang disebut
strobilus jantan dan betina. Strobilus jantan dan betina ada yang berada pada
satu pohon disebut berumah satu, contoh melinjo. Strobilus jantan dan
betina ada yang berada pada 2 pohon yang berlainan disebut berumah dua,
contoh pinus dan pakis haji.
3)
Berakar tunggang contoh : melinjo dan serabut
contoh : pakis haji.
4)
Daun selalu hijau. Bentuk daun bermacam-macam : (a)
Melinjo berdaun lebar dan tunggal; (b) Pakis haji berdaun majemuk; (c) Pinus
daunnya berbentuk jarum.
5)
Contoh pakis haji (Cycas rumphii), melinjo (Gnetum
gnemon), dan pinus (Pinus merkusi)
b)
Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae),
mempunyai ciri-ciri : (1) berbiji tertutup (terbungkus daun buah/carpel),
(2) alat reproduksi berupa bunga, pada bunga terdapat benang sari (alat kelamin
jantan) dan putik (alat kelamin betina) . Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
dibagi menjadi 2 :
Ø
Tumbuhan berkeping satu (monokotil), mempunyai
cirri-ciri : 1) memiliki
satu keping daun lembaga, 2) berakar serabut, 3) batang tidak bercabang dan
tidak berkambium, 4) berkas pembuluh pengangkut tersebar, 5) tulang daun
sejajar atau melengkung, 6) kelopak bunga pada umumnya kelipatan tiga. Contoh :
jagung (Zea mays), padi (Oryza sativa), kelapa (Cocos nucifera), salak (Zalaca edulis)
Ø Tumbuhan
berkeping 2 (dikotil), mempunyai ciri-ciri : 1) memiliki dua keping daun
lembaga, 2) berakar tunggang, 3) batang bercabang dan berkambium, 4) berkas
pengangkut tersusun dalam satu lingkaran, 5) tulang daun menjari atau menyirip,
6) kelopak bunga kelipatan empat atau enam. Contoh : mangga (Mangifera
indica), kacang tanah (Arachys
hypogeal), kacang panjang (Vigna sinensis), papaya (Carica papaya)
e.
Animalia
Kingdom
animalia terdiri atas makhluk hidup eukariotik bersel banyak, bersifat
heterotrof, mampu bergerak aktif. Berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang
dibagi menjadi dua kelompok :
1.
Hewan
tidak bertulang belakang (Invertebrata/Avertebrata), mempunyai ciri utama tidak
memiliki ruas-ruas tulang belakang. Dikelompokkan menjadi :
a)
Porifera (hewan berpori),
Porifera
adalah hewan
yang mempunyai pori-pori. Hewan ini tubuhnya seperti spons. Habitatnya di
perairan, warna tubuhnya bermacam-macam merah, kuning dan hijau. Contoh hewan
Porifera: Spongilla, Euspongia, Poterion, Scypha.
b)
Coelenterata
(hewan berongga)
Coelenterata
adalah hewan
yang berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa. Pada permukaan
tentakel terdapat sel beracun yang menyengat. Tubuhnya ada yang berbentuk polip
dan menempel pada tempat hidupnya, dan ada yang berbentuk medusa yang bergerak
aktif melayang-layang
di
air seperti payung. Contoh : Ubur-ubur, bunga karang, Obelia, Hydra, Anemon.
c)
Vermes
(cacing)
Cacing
(vermes) adalah hewan bertubuh lunak, tak bercangkang dan tubuhnya
simetris bilateral. Berdasarkan bentuk tubuhnya, cacing dibagi menjadi 3
kelompok yaitu (1) cacing pipih (Platyheminthes) contoh cacing hati, cacing
pita; (2) cacing gilig (Nemathelminthes) tubuhnya bulat panjang dan
tidak bersegmen, contoh: cacing perut, cacing kremi, cacing tambang; (3) cacing
gelang (Annelida) tubuhnya beruas-ruas seperti cincin, contoh cacing
tanah, lintah, dan pacet.
d)
Mollusca
(hewan bertubuh
lunak)
Mollusca
adalah hewan
bertubuh lunak, banyak lendirnya dan terbungkus oleh mantel. Jenis Molluscada
ada yang memiliki cangkang berfungsi untuk melindungi tubuh. Habitatnya di
darat dan air. Contoh
cumi-cumi, gurita, siput, kerang,
tiram, dan remis.
e)
Echinodermata
(hewanberkulit
duri)
Echinodermata
adalah hewan
yang tubuhnya diselimuti duri, ada lempengan zat kapur/zat kitin yang keras.
Tubuh simetri radial dengan lima lengan. Pada tubuhnya terdapat sistem
ambulakral untuk alat gerak, bernapas, dan menangkap mangsa. Ada 5 kelas yaitu (1)
Asteroidea (contoh bintang laut), (2) Echinoidea (contoh landak
laut, bulu babi), (3) Ophiuroidea (contoh bintang ular), (4) Crinoidea
(contoh lilia laut), dan (5) Holothuroidea (contoh tripang laut).
f)
Arthropoda
(hewan dengan
kaki beruas ruas)
Arthropoda
adalah hewan
berbuku-buku, tubuhnya dibedakan atas kepala, dada dan perut, tubuh terbungkus
zat kitin yang keras, memiliki alat indra yang peka terhadap sentuhan dan
bau-bauan, memiliki mata faset yaitu mata majemuk terdiri atas beribu-ribu mata
kecil berbentuk segi enam.
Arthropoda
dikelompokkan dalam 4 kelas yaitu (1) Insecta (serangga) contohnya belalang,
lebah, kumbang; (2) Crustacea (udang-udangan) contohnya udang, kepiting,
rajungan; (3) Arachnoidea (laba-laba) contohnya: laba-laba,
kalajengking, kutu, caplak; (4) Myriapoda (lipan) contohnya; kelabang,
kaki seribu.
2.
Hewan
bertulang belakang (Vertebrata) mempunyai ciri utama memiliki ruas-ruas tulang
belakang. Dikelompokkan menjadi :
a.
Pisces, mempunyai cir-ciri : 1) hidup
di dalam air; 2) bergerak menggunakan sirip; 3) ada yang ovipar, pembuahan di
luar tubuh induknya, contoh ikan nirwana dan ada yang ovovivipar, pembuahan di
dalam tubuh induk contoh ikan hiu; 4) bernapas menggunakan insang; 5) tubuh
bersisik. Contoh ikan hiu (Galeocerdo
cuvier), ikan nirwana (Osteoglossum
bicirrhosum)
b.
Amphibian, mempunyai ciri-ciri : 1) dapat
hidup di air dan di darat; 2) kaki memiliki selaput renang; 3) bernapas dengan
insang (fase berudu), kulit dan paru-paru; 4) ovipar, pembuahan diluar tubuh
induk. Contoh katak (Bufo americanus).
c.
Reptilia,
mempunyai ciri-ciri : 1) tubuh tertutup kulit kering berupa zat tanduk; 2) bernapas
dengan paru-paru; 3) umumnya bergerak dengan dua pasang kaki, sedangkan pada
ular bergerak dengan otot perut; 4) ada yang ovipar, pembuahan di dalam tubuh
induknya, contoh buaya dan ada yang ovovivipar, pembuahan di dalam tubuh induk
contoh ular boa. Contoh buaya (Crocodylus
porosus), ular anakonda (Eunectes murinus)
d. Aves, mempunyai ciri-ciri : 1) tubuh
tertutup bulu; 2) memiliki sepasang kaki dan sayap; 3) memiliki tembolok sistem
pencernaan; 4) mempunyai kloaka sebagai organ reproduksi, sekresi dan ekskresi;
5) ovipar, pembuahan di dalam tubuh induk; 6) bernapas dengan paru-paru. Contoh
rajawali (Aquila chrysaetos), penguin
(Mellenganes penguin)
e.
Mamalia, mempunyai ciri-ciri : 1)
memiliki kelenjar susu; 2) memiliki rambut; 3) malahirkan, pembuahan di dalam
tubuh induk; 4) bernapas dengan paru-paru. Contoh : paus (), gajah (Elephas maximus)
BAB
4. ORGANISASI KEHIDUPAN
4.1 Sel
Sel
pertama kali di temukan oleh Robert Hooke pada tahun 1965. Hooke menyebut sel
untuk menggambarkan struktur seperti kotak pada sarang lebah atau sel-sel
penjara dari pengamatan pada gabus. Gambar tersebut berasal dari pengamatan
dengan mikroskop dua lensa.
Sel
adalah satuan unit terkecil dari makhluk hidup. Berdasarkan banyaknya sel yang
menyusun tubuh, organism dibedakan menjadi dua :
b)
Uniseluler, adalah Mahkluk hidup yang
tersusun oleh satu sel. contoh bakteri, amoeba, paramecium dan euglena.
c)
Multiseluler, adalah Mahkluk hidup yang
tersusun atas banyak sel. contoh hewan, tumbuhan dan manusia.
Berdasarkan
ada tidaknya membran inti, sel dibedakan menjadi dua :
a)
Prokariotikà sel yang tidak memiliki membran
inti, contoh bakteri dan alga.
b)
Eukariotikà
sel yang mempunyai membran inti, contoh hewan
dan tumbuhan.
Struktur Sel
Sel Hewan
|
a. Membran
sel
Membran
sel tersusun atas fosfor, lemak (lipid), karbohidrat, dan protein. Membran sel berfungsi
sebagai pelindung dan pengatur lalu lintas zat yang keluar masuk sel. Membran
sel bersifat semipermeable, artinya
membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu. Zat yang dapat melewati
membran sel contohnya, air, oksigen (O2) dll.
b. Sitoplasma
Sitoplasma
merupakan cairan sel yang mengandung berbagai macam zat, diantaranya protein,
lemak, karbohidrat, vitamin dll. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya reaksi metabolisme sel karena organel sel terdapat di
sitoplasma.
c. Inti
sel (Nukleus)
Nukleus
tersusun atas membran, cairan inti (nukleuplasma),
kromosom, dan anak inti (nukleolus).
Cairan inti mengandung air, protein, dan mineral. Kromosom merupakan pembawa
sifat menurun. Kromosom tersusun atas benang-benang kromatin. Nucleolus
berfungsi dalam pembuatan komponen ribosom.
d. Mitokondria
Organel
bermembran yang berfungsi sebagai tempat penghasil energi. Semakin aktif suatu
sel, semakin banyak mitokondrianya.
e. Ribosom
Ribosom
berbentuk butiran-butiran. Ribosom ada yang menempel pada retikulum endoplasma
dan ada yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi dalam pembuatan (sintesis) protein.
f.
Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum
endoplasma merupakan saluran berliku yang membentang dari inti sel menuju ke
sitoplsma. Ada dua tipe RE, 1) Retikulum
endoplasma kasar, ditempeli ribosom dan 2) Retikulum endoplasma halus, tidak ditempeli ribosom. Retikulum
endoplasma berfungsi untuk membuat dan menyalurkan bahan-bahan yang dibutuhkan
oleh organel-organel sel.
g. Badan
Golgi (Kompleks Golgi)
Badan
golgi merupakan kumpulan kantung yang bertumpuk-tumpuk. Badan golgi berfungsi
untuk memodifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh RE dan menyalurkannya ke
organel-organel yang membutuhkan.
h. Lisosom
Lisosom
merupakan organel berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom
berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan atau zat asing. Jika lisosom pecah,
maka enzim yang di dalamnya akan mencerna/menghancurkan organel sel dan
akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada sel hewan.
i.
Sentriol
Sentriol
berperan dalam pembelahan sel, hanya dimiliki oleh sel hewan.
j.
Vakuola
Vakuola
berarti ruangan sel. Pada tumbuhan yang sudah tua, vakuola berukuran besar dan
berisi cadangan makanan. Sedangkan pada sel hewan, vakuola berukuran kecil
bahkan ada yang tidak memiliki vakuola.
k. Plastida
Plastida
hanya terdapat pada tumbuhan. Plastid mengandung pigmen tertentu. Kloroplas merupakan plastida yang
berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis.
Kromoplas merupakan plastida berwarna
kuning karena memiliki pigmen xantofil.
l.
Dinding Sel
Membrann
sel tumbuhan dilindungi dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel
berfungsi untuk menjaga bentuk sel tumbuhan menjadi tetap dan kaku.
Tabel
1. Perbedaan dan persamaan struktur sel hewan dan tumbuhan
Organel sel
|
Fungsi sel
|
Hewan
|
Tumbuhan
|
Nukleus
|
Reproduksi
|
Ada
|
Ada
|
Nukleolus
|
Sintesis ribosom
|
Ada
|
Ada
|
Ribosom bebas
|
Sintesis
protein
|
Ada
|
Ada
|
Ribosom terikat RE
|
Ada
|
Ada
|
|
RE halus
|
Sintesis
dan penyaluran bahan
|
Ada
|
Ada
|
RE kasar
|
Ada
|
Ada
|
|
Badan golgi
|
Modifikasi dan menyaluran
produk RE
|
Ada
|
Ada
|
Mitokondria
|
Penghasil energi
|
Ada
|
Ada
|
Lisosom
|
Pencernaan makanan
|
Ada
|
Tidak ada
|
Kloroplas
|
Fotosintesis
|
Tidak ada
|
Ada
|
Dinding sel
|
Pelindung
|
Tidak ada
|
Ada
|
Vakuola
|
Penyimpanan makanan dan
pemgeluaran zat sisa
|
Ada kecil
|
Ada besar
|
4.2 Jaringan
Jaringan
adalah Kumpulan dari beberapa sel yang memiliki sifat, bentuk dan fungsi yang
sama.
4.2.1 Jaringan
pada hewan dan manusia
a.
Jaringan
epitel
Jaringan
epitel terdiri dari sel-sel yang tersusun dalam lembaran-lembaran.
Masing-masing lembaran terdiri dari satu lapisan sel atau lebih. Jaringan ini melapisi seluruh permukaan dalam
dan luar tubuh. Jaringan ini berfungsi sebagai pelindung tubuh atau organ,
melapisi saluran kelenjar.
b.
Jaringan
otot
Otot
berfungsi sebagai alat gerak aktif. Berdasarkan selnya, jaringan otot dibedakan
menjadi 3 yaitu,
1)
Otot
lurik, mempuyai ciri-ciri terletak pada rangka atau tulang, berinti banyak di
tepi, mempunyai pita-pita melintang gelap berselang seling terang, bekerja
sesuai kehendak kita (sadar);
2)
Otot
jantung, mempunyai ciri-ciri terletak di jantung, struktur mirip dengan otot
lurik tetapi bercabang dan bekerja secara otonom (di luar kehendak);
3)
Otot
polos, mempunyai ciri-ciri terdapat pada organ-organ tubuh dalam seperti,
saluran pencernaan, pembuluh nadi, pembuluh balik,dll. Bentuk otot polos
berujung runcing, berinti satu dan terlerak di tengah dan bekerja secara
otonom.
c.
Jaringan
saraf
Jaringan
saraf tersusun atas sel-sel saraf (neuron) yang berfungsi menerima dan mengirim
rangsangan.
d.
Jaringan
penyokong
Berfungsi
untuk menopang tubuh. Macam jaringan penyokong antara lain :
Jaringan ikat berfungsi mengikat jaringan lain agar tetap
berada pada tempatnya. Contoh, tendon yang menghubungkan otot dengan tulang.
Jaringan tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang
rawan. Misalnya pada permukaan persendian, daun telinga dan tulang hidung.
Jaringan tulang tersusun atas sel-sel tulang
keras yang mengandung banyak zat kapur, seperti kalsium karbonat dan kalsium
fosfat. Misal tulang lengan, tulang paha dll.
Jaringan darah terdiri atas sel-sel darah dan
plasma darah. Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah, sel darah putih dan
keeping darah. Jaringan darah berfungsi mengangkut oksigen, karbon dioksida,
dan sari makanan.
Jaringan limfa terdiri atas cairan limfa yang
beredar pada pembuluh limfa. Jaringan limfa berfungsi untuk mengangkut lemak
dan pertahanan tubuh.
4.2.2 Jaringan
pada tumbuhan
a.
Jaringan
meristem, berfungsi melakukan pembelahan sel tubuh, jaringan meristem terdiri
dari sekelompok sel yang memiliki sifat selalu membelah diri. Jaringan meristem
terletak pada titik tumbuh seperti ujung batang, kuncup dan ujung akar.
b.
Jaringan
epidermis, terdiri dari selapis sel hidup yang berbentuk pipih dengan permukaan
atas dan bawah sejajar. Jaringan epidermis menutupi permukaan akar, batang, dan
daun, berfungsi untuk melindungi jaringan di dalamnya dan tempat pertukaran
zat. Terletak pada permukaan daun, batang dan akar.
c.
Jaringan
parenkim, tersusun dari sel-sel hidup yang berdinding tipis. Jaringan parenkim
tersebar di seluruh tubuh tumbuhan. Pada daun terdapat dua macam jaringan
parenkim, yaitu jaringan tiang dan jaringan bunga karang.
d.
Jaringan
penyokong, berfungsi sebagai penunjang berdirinya tumbuhan. Ada dua macam,
yaitu kolenkim dan sklerenkim.
e.
Jaringan
pengangkut, terdiri dari jaringan pembuluh kayu (xilem) dan jaringan pembuluh
tapis (floem). Jaringan xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke
daun, jaringan floem berfungsi mengangkut zat makanan dari daun keseluruh
tubuh.
4.3 Organ
Organ
adalah kumpulan dari beberapa macam jaringan yang bekerjasama untuk melakukan
tugas/fungsi tertentu
Organ pada hewan dan manusia
a.
Lidah,
hidung, telinga, dan mata sebagai organ indera
b.
Paru-paru
berfungsi sebagai organ pernapasan
c.
Jantung
berfungsi memompa darah beredar keseluruh tubuh.
d.
Hati
berfungsi menawarkan racun yang terbentuk dalam tubuh
Organ pada tumbuhan
a.
Akar, tersusun atas jaringan
epidermis, jaringan parenkim, dan jaringan pengangkut. Jaringan-jaringan
tersebut bekerjasama sehingga akar dapat berfungsi sebagai organ penyerap air dan
zat hara (mineral), sebagai penegak batang dan organ pernapasan.
b.
Batang, tersusun atas jaringan
epidermis, jaringan parenkim, jaringan korteks, jaringan silinder pusat, dan
jaringan pengangkut. Fungsi batang adalah sebagai alat pengangkutan dan
menopang tubuh tumbuhan. Pada beberapa jenis tumbuhan, batang berperan sebagai
tempat penyimpanan cadangan makanan.
c.
Daun, tersusun ata jaringan
epidermis, jaringan tiang, jaringan bunga karang, dan jaringan pengangkut.
Fungsi daun adalah sebagai tempat fotosintesis yang menghasilkan makanan untuk
kehidupan tumbuhan itu sendiri dan berfungsi sebagai organ pernapasan.
4.4 Sistem
organ
Sistem
organ adalah sekelompok organ tubuh yang bekerja sama untuk melakukan fungsi
tertentu.
Sistem organ pada hewan dan
manusia
Table 2.
berbagai sistem organ pad manusia dan fungsinya
Sistem
|
Organ penyusun
|
Fungsi
|
Pencernaan
|
Mulut, lambung, usus halus,
usus besar dan anus
|
Mencerna makanan agar dapat
iserap usus halus
|
Pernapasan
|
Hidung, tenggorokan, dan
paru-paru
|
Memasukkan oksigen serta
mengeluarkan karbon diolsida dan air
|
Peredaran darah
|
Jantung, pembuluh balik,
pembuluh nadi, dan pembuluh limfa
|
Mengangkut sari makanan,
oksigen dan CO2
|
Pengeluaran
|
Ginjal, hati, kulit, dan
paru-paru
|
Mengeluarkan zat sisa
|
Reproduksi
|
Testis, ovarium, dan rahim
|
Berkembang biak
|
Saraf
|
Otak, sumsum tulang belakang,
serabut saraf danalat indra
|
Mengkoordinasi, gerak dan
tanggapan terhadap rangsang
|
Sistem organ pada tubuhan
Organ
utama pada tumbuhan meliputi daun, batang, dan akar. Ketiga organ tersebut
bekerja sama membentuk sistem organ untuk melakukan fungsi/proses tertentu,
missal fotosintesis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar